Skip ke Konten

Program 2026 · Sinode GPIBK

Transformasi Digital

Membangun gereja yang lebih adaptif, terhubung, aman, dan berbasis data—dengan teknologi yang melayani manusia, misi, serta kehidupan persekutuan.

Baca Ringkasan Program

Executive summary

Perubahan organisasi yang ditopang teknologi

Program Transformasi Digital Sinode GPIBK dirancang sebagai perjalanan perubahan yang terpadu, bukan rangkaian pelatihan atau pengadaan aplikasi yang berdiri sendiri. Program menghubungkan arah strategis, penyederhanaan proses, tata kelola data, platform gereja, kompetensi kepemimpinan, serta adopsi pengguna.

Sinode Am GPI berperan sebagai fasilitator dan orkestrator metodologis, sedangkan GPIBK tetap menjadi pemilik konteks, keputusan, data, serta kepemimpinan implementasi. Pelaksanaan dimulai melalui pilot terukur, diperbaiki berdasarkan bukti dan umpan balik, kemudian diperluas secara bertahap sesuai kesiapan organisasi.

Arsitektur program

Tiga paket kerja yang saling menguatkan

Strategi menentukan prioritas teknologi; data memberi bukti; kepemimpinan memastikan perubahan benar-benar diadopsi.

1

Renstra Agile

Contextual Mapping, isu strategis, OKR, portofolio prioritas, roadmap, pemilik hasil, dan ritme review adaptif.

2

Platform & Database

Pilot data dan proses minimum yang aman, terstruktur, dapat diuji, dan dapat diperluas setelah terbukti memberi nilai.

3

Kepemimpinan Digital

Kemampuan memimpin perubahan, menggunakan data, menjaga etika, mengelola risiko, dan membangun budaya kolaboratif.

Fondasi yang telah tersedia

Platform yang mengikuti kehidupan pelayanan

Modul-modul Odoo yang telah dibangun memberi dasar untuk pilot, validasi data, dan pengembangan bertahap.

Data warga

Manajemen Anggota

Mengelola warga dan keluarga, status keanggotaan, sakramen, pendidikan, pekerjaan, keahlian, pelayanan, serta riwayat terkait.

Pelayanan gerejawi

Manajemen Gereja

Mengelola data pelayan, penempatan, konseling, pastoral care, aktivitas warga, pelayanan, tata kelola, serta pengembangan kapasitas.

Data menjadi wawasan

Dashboard Gereja

Menyajikan indikator demografi, pendidikan, profesi, sakramen, kesehatan, laporan sensus, kualitas data, dan peta distribusi jemaat.

Value propositions

Nilai yang dibangun bagi Sinode GPIBK

Teknologi memperoleh makna ketika memperkuat keputusan, pelayanan, dan kepercayaan.

1

Satu sumber data

Definisi dan data inti yang konsisten mengurangi duplikasi serta perbedaan laporan.

2

Keputusan lebih tajam

Dashboard dan indikator membantu pimpinan membaca kebutuhan, prioritas, dan dampak pelayanan.

3

Pelayanan lebih dekat

Data yang relevan mendukung pembinaan, pastoral care, komunikasi, dan program yang lebih kontekstual.

4

Tiga aras terhubung

Jemaat, klasis, dan sinode berbagi alur kerja serta pelaporan yang lebih tertib.

5

Tata kelola tepercaya

Hak akses, jejak perubahan, validasi, backup, dan tanggung jawab data membangun akuntabilitas.

6

Bertumbuh bertahap

Pilot dan rollout berbasis kesiapan mengurangi risiko serta menjaga keberlanjutan biaya dan kapasitas.

Meet our team

Tim Program Transformasi Digital Sinode GPIBK

Pdt. Rinawati Tingan

Project Manager

Pdt. Ariyanto Lapaso

Project Administrator

Pdt Renaldi E. Titik

Process & Change Manager

Pdt. Awitro Pisaiyo

Process & Change Manager

Pdt. Hendra Dianto Luleng

Data & Technology Manager

Rixman Laboani

Data & Technology Manager

Dashboard geografis

Peta distribusi jemaat

Peta operasional membantu melihat persebaran unit pelayanan dan mendukung perencanaan lintas wilayah.

Peta publik menampilkan lokasi unit pelayanan tanpa data anggota. Analisis operasional lengkap tetap mengikuti hak akses Odoo. Buka dashboard internal di Workspace →

Kepercayaan sebagai fondasi

Data gereja dikelola untuk melayani, bukan mengeksploitasi

Data GPIBK tetap merupakan milik GPIBK. Pemrosesan mengikuti prinsip tujuan yang jelas, minimisasi, akurasi, akses minimum, keamanan, retensi yang tertib, akuntabilitas, serta penghormatan pada martabat pastoral.

Secure by default

Akun individual, kontrol admin, backup, log, kanal transfer aman, dan prosedur insiden.

Human in control

Hasil AI atau otomatisasi tetap wajib ditelaah manusia secara teologis, etis, kontekstual, dan gerejawi.

Implementasi agile

Dari kesiapan menuju perluasan

Program dijalankan melalui keputusan bertahap. Setiap tahap menghasilkan bukti, pembelajaran, dan kriteria kelayakan sebelum melangkah lebih jauh.

Tahap 1

Alignment & readiness

Mandat, sponsor, tim inti, baseline kematangan, konteks, risiko, dan unit pilot.

Tahap 2

Strategi, konfigurasi & data pilot

Renstra Agile, proses prioritas, model data, cleaning, import, verifikasi, validasi, dan UAT.

Tahap 3

Adopsi, pembelajaran & rollout

ToT, digital champions, dukungan, monitoring 30/60/90 hari, serta perluasan berbasis kesiapan.

Purpose-led strategy · Faith-driven execution

Transformasi yang berakar pada panggilan gereja

Mulai dari konteks, bangun dengan data, dan jalankan bersama manusia yang diperlengkapi.