
Program Leadership
Pdt. Rinawati Tingan
Project Manager
Executive summary
Program Transformasi Digital Sinode GPIBK dirancang sebagai perjalanan perubahan yang terpadu, bukan rangkaian pelatihan atau pengadaan aplikasi yang berdiri sendiri. Program menghubungkan arah strategis, penyederhanaan proses, tata kelola data, platform gereja, kompetensi kepemimpinan, serta adopsi pengguna.
Sinode Am GPI berperan sebagai fasilitator dan orkestrator metodologis, sedangkan GPIBK tetap menjadi pemilik konteks, keputusan, data, serta kepemimpinan implementasi. Pelaksanaan dimulai melalui pilot terukur, diperbaiki berdasarkan bukti dan umpan balik, kemudian diperluas secara bertahap sesuai kesiapan organisasi.
Arsitektur program
Strategi menentukan prioritas teknologi; data memberi bukti; kepemimpinan memastikan perubahan benar-benar diadopsi.
Contextual Mapping, isu strategis, OKR, portofolio prioritas, roadmap, pemilik hasil, dan ritme review adaptif.
Pilot data dan proses minimum yang aman, terstruktur, dapat diuji, dan dapat diperluas setelah terbukti memberi nilai.
Kemampuan memimpin perubahan, menggunakan data, menjaga etika, mengelola risiko, dan membangun budaya kolaboratif.
Fondasi yang telah tersedia
Modul-modul Odoo yang telah dibangun memberi dasar untuk pilot, validasi data, dan pengembangan bertahap.
Data warga
Mengelola warga dan keluarga, status keanggotaan, sakramen, pendidikan, pekerjaan, keahlian, pelayanan, serta riwayat terkait.
Pelayanan gerejawi
Mengelola data pelayan, penempatan, konseling, pastoral care, aktivitas warga, pelayanan, tata kelola, serta pengembangan kapasitas.
Data menjadi wawasan
Menyajikan indikator demografi, pendidikan, profesi, sakramen, kesehatan, laporan sensus, kualitas data, dan peta distribusi jemaat.
Value propositions
Teknologi memperoleh makna ketika memperkuat keputusan, pelayanan, dan kepercayaan.
Definisi dan data inti yang konsisten mengurangi duplikasi serta perbedaan laporan.
Dashboard dan indikator membantu pimpinan membaca kebutuhan, prioritas, dan dampak pelayanan.
Data yang relevan mendukung pembinaan, pastoral care, komunikasi, dan program yang lebih kontekstual.
Jemaat, klasis, dan sinode berbagi alur kerja serta pelaporan yang lebih tertib.
Hak akses, jejak perubahan, validasi, backup, dan tanggung jawab data membangun akuntabilitas.
Pilot dan rollout berbasis kesiapan mengurangi risiko serta menjaga keberlanjutan biaya dan kapasitas.
Manusia di balik perubahan
Tim lintas fungsi yang menghubungkan strategi, proses, data, teknologi, dan pendampingan perubahan untuk pelayanan Sinode GPIBK.

Program Leadership
Project Manager

Program Operations
Project Administrator

Change & Adoption
Change & Adoption Manager

Change & Adoption
Change & Adoption Manager

Data & Technology
Data & Technology Manager

Data & Technology
Data & Technology Manager
Dashboard geografis
Peta operasional membantu melihat persebaran unit pelayanan dan mendukung perencanaan lintas wilayah.
























Kepercayaan sebagai fondasi
Data GPIBK tetap merupakan milik GPIBK. Pemrosesan mengikuti prinsip tujuan yang jelas, minimisasi, akurasi, akses minimum, keamanan, retensi yang tertib, akuntabilitas, serta penghormatan pada martabat pastoral.
Akun individual, kontrol admin, backup, log, kanal transfer aman, dan prosedur insiden.
Hasil AI atau otomatisasi tetap wajib ditelaah manusia secara teologis, etis, kontekstual, dan gerejawi.
Implementasi agile
Program dijalankan melalui keputusan bertahap. Setiap tahap menghasilkan bukti, pembelajaran, dan kriteria kelayakan sebelum melangkah lebih jauh.
Tahap 1
Mandat, sponsor, tim inti, baseline kematangan, konteks, risiko, dan unit pilot.
Tahap 2
Renstra Agile, proses prioritas, model data, cleaning, import, verifikasi, validasi, dan UAT.
Tahap 3
ToT, digital champions, dukungan, monitoring 30/60/90 hari, serta perluasan berbasis kesiapan.
Purpose-led strategy · Faith-driven execution
Mulai dari konteks, bangun dengan data, dan jalankan bersama manusia yang diperlengkapi.